Remaja Jompo; Bukan Sekedar Tren

Fenomena remaja jompo kian akrab di telinga kita. Beberapa kalangan anak muda menyebut diri mereka remaja jompo. Namun apakah sebenarnya arti dari “remaja jompo”. Apakah sebuah tren?

Menurut Kumparan.com, remaja jompo ini merupakan anak anak muda yang sering merasa cepat lelah, letih, lesu, pegal hingga malas. Mereka merasa seperti orang yang sudah tua. Namun, hal ini merupakan bukan hanya lelucon biasa, sebab, ada isu serius dari pernyataan remaja jompo ini.

Indikator Remaja Jompo.

Para remaja jompo ini terlihat memiliki gejala yang bisa dilihat, seperti:

1. Nyeri fisik dini. Gejala nyeri fisik bisa dilihat seperti nyeri leher, punggung, bahu, pinggang layaknya dialami orang tua. Biasa hal ini disebabkan karena kurangnya bergerak.

2. Kelelahan kronis. Meskipun biasanya cukup tidur, tapi kerap kali, para remaja ini masih mengalami kelelahan yang berlebihan. 

3. Gangguan tidur. Gangguan tidur memang yang lumrah di kalangan remaja. Biasanya karena insomnia, atau semakin berkurangnya kualitas tidur.

4. Perubahan pola makan dan minum. Rutinitas yang padat, serta kecenderungan mengkonsumsi hal-hal yang instan, kurang minum air yang cukup, dan minuman manis menjadi salah satu penyebab kejompoan menjadi cepat terjadi di kalangan remaja.

5. Menghabiskan waktu lebih banyak di handphone. Menghabiskan waktu di handphone merupakan hal yang tidak terlepas dari anak muda sekarang. Padahal paparan sinar biru cukup berbahaya bagi kita.

Anak remaja menjadi cepat jompo sudah disebutkan oleh beberapa hal diatas. Pola hidup yang serba keras dan instan menyebabkan gaya hidup yang cenderung berubah. Disibukkan dengan segala rutinitas juga menjadikan para anak muda cenderung malas untuk berolahraga. 

Tidak lupa tekanan dan stress yang disebabkan tekanan sosial juga memiliki pengaruh yang besar. Belum lagi kurangnya kualitas tidur, dan menghadapi tekanan dan stress yang tidak diolah dengan baik.

Jika membiarkan keseluruhan sebab-sebab ini, bisa saja terjadi banyak dampak dalam jangka panjang. Produktivitas tubuh akan menurun, resiko terkena penyakit yang berbahaya, kesehatan mental yang kian memburuk dan juga pengaruh kualitas hidup yang semakin membahayakan diri sendiri. 

Ada beberapa solusi sederhana untuk melawan ‘kejompoan’ remaja yang bisa dicoba seperti,

1. Merutinkan olahraga. Tidak perlu harus ikut gym, cukup mendisiplinkan diri untuk jalan kaki setiap hari sudah memberikan pengaruh yang baik.

2. Memberikan asupan tubuh dengan nutrisi yang baik dan seimbang. Hal ini bisa dengan mengurangi olahan produk instan. Makan makan bergizi serta minum vitamin untuk menunjang tubuh yang sehat.

3. Tidur yang cukup. Demi mendapatkan kualitas tidur yang baik.

4. Membatasi waktu layar. Mengurangi pemakaian handphone dengan menjadwalkan waktu yang cukup agar tidak terlalu lama bermain handphone. 

5. Kelola stress. Menjaga kesehatan mental merupakan bagian dari menyayangi diri dengan baik. Usahakan mengurangi hal hal yang berdampak dengan stress dan mental.

Remaja jompo ini perlu perhatian khusus terutama untuk diri sendiri. Hal ini bukan sekadar tren lucu-lucuan belaka, tapi harusnya mendapatkan perhatian khusus untuk lebih peduli dengan diri sendiri. Jadi remaja jompo itu bukan sebuah prestasi ya, jadi harus dapat perhatian khusus untuk hal ini.

Harapannya agar semua anak anak muda tumbuh menjadi pemuda/pemudi yang sehat, kuat, berkarakter agar masa muda diisi hal hal yang berdampak positif, bukan merenungi tubuh yang semakin jompo. Jaga diri kita untuk masa depan kita sendiri. Lawan jadi remaja jompo!

Amelia Novita Gosal/Author Prestma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *