Akhir-akhir ini muncul beberapa perdebatan diantara netizen Indonesia mengenai manakah yang seharusnya lebih diprioritaskan, program MBG (makanan bergizi gratis) atau program sekolah gratis? Hal ini sendiri muncul karena adanya beberapa kekurangan yang ditemukan dalam program MBG yang sedang dijalankan. Disisi lain, menilik dari fakta lapangan bahwa masih terdapat banyak anak-anak di Indonesia, terutama mereka dari golongan miskin kebawah yang masih belum mendapat pendidikan yang layak (yang seharusnya mereka dapatkan). Kedua hal inilah yang akhirnya memicu beberapa perdebatan hangat diantara netizen Indonesia, yang membandingkan antara kedua program yang sedang berjalan di Indonesia itu. Lalu, dari kedua program tersebut program manakah yang lebih layak untuk diprioritaskan?
Program MBG (makanan bergizi gratis) sendiri adalah program pemberian makan siang gratis dari pemerintah yang diperentukan untuk para peserta didik yang ada di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh presiden Prabowo Subianto , yang dimaksudkan sebagai langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan sehat dan cerdas. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa gagasan MBG ini berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting di berbagai daerah yang ada di indonesia. (Setpres 2025)
Sedangkan, program sekolah gratis sendiri sudah sejak lama ada di Indonesia. Program ini dimaksudkan agar semua rakyat di Indonesia bisa mendapatkan pendidikan yang layak secara merata. Salah satu bentuk program ini adalah pemberian beasiswa bagi siswa-siswa yang kekurangan dalam ekonomi agar dapat terus melanjutkan pendidikannya tanpa memikirkan atau terbebani dengan biaya sekolah.
Perbandingan antara kedua program ini lah yang menjadi perdebatan hangat diantara netizen Indonesia. Banyak yang menyayangkan bahwa pada kenyataannya program MBG di beberapa daerah dapat membawa dampak buruk, terutama bagi masalah kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa kasus keracunan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program MBG tersebut. Sebuah editorial dari portal resmi pemerintah mencatat bahwa dari 70 kasus yang sedang diselidiki, terdampak sebanyak 5.914 penerima MBG hingga Oktober 2025. Meskipun hanya bebrapa persen dari penerima yang mengalami keracunan, tetapi hal ini sangat layak untuk dijadikan sorotan agar kekurangan atau kesalahan yang ada dapat menjadi pembelajaran agar nantinya program MBG ini dapat diperbaiki menjadi lebih baik lagi dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. (Latifa 2025)
Berdasar dari hal tersebut lah, muncul pendapat dari beberapa masyarakat Indonesia agar biaya yang awalnya akan dialokasikan untuk program MBG dapat dialihkan menjadi dana bagi program sekolah gratis yang penerapannya masih belum merata dan maksimal di seluruh Indonesia. Karena biaya yang dikeluarkan untuk program MBG yang diambil dari dana APBN juga tidak sedikit. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi meningkat hingga Rp 140 triliun pada tahun 2025. (SMARTID 2025)
Namun, meskipun terdapat beberapa netizen atau masyarakat yang mengusulkan untuk mengubah dana program MBG menjadi dana tambahan bagi program beasiswa gratis, masih banyak juga masyarakat yang tetap mendukung terlaksananya program MBG yang beriringan dengan program sekolah gratis. Karena, memang pada dasarnya kedua program tersebut sangat bagus dan layak untuk dilaksanakan di Indonesia.
Dan mungkin langkah yang mungkin perlu diambil adalah mengadakan pengawasan ketat terkait proses pemasakan dan pendistribusian MBG agar nantinya tidak akan ada lagi kasus-kasus keracunan program tersebut. Langkah lainnya adalah dengan memastikan bahwa program beasiswa gratis atau sekolah gratis dapat diterima oleh para anak-anak Indonesia yang benar-benar membutuhkannya dan dapat merata di seluruh Indonesia. Agar program wajib belajar 12 tahun yang diadakan oleh pemerintah dapat terealisasi dengan baik dan sempurna.
Latifa, Alisha Indah. 2025. “Isu Keracunan dalam Program MBG di Indonesia: Tinjauan Kritis.” Kaltimpost.id.
Setpres, BPMI. 2025. “Presiden Prabowo: Program Makanan Bergizi Gratis Adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa.” PRESIDEN RI.
SMARTID, TIM. 2025. “Anggaran Program Makanan Bergizi Gratis Berpotensi Meningkat Hingga Rp140 Triliun di 2025.” SmartID.