Dalam dunia pendidikan sekarang yang sedang eksis baik sekarang maupun masa yang mendatang nanti berada dititik yang unik untuk pertama kali dalam sejarah, dimana calon guru berasal dari gen Z dari karakter pribadi yang modern mengajar dan menghadapi generasi dibawahnya dengan segala tingkah lakunya yaitu gen Alpha.
Jika kita selama ini mengenal Gen Z dengan karakter modern nya karena tumbuh bersama dengan internet generasi satunya yaitu Gen Alpha malah lahir sudah ada internet yang berkembang pesat seperti AI tetapi mereka tetap sama-sama dikatakan generasi digital.
Dalam perbedaan kedua generasi tersebut dapat menciptakan peluang sekaligus tantangan. Apakah Gen Z siap mengajar generasi dibawahnya yang sudah bergerak lebih cepat daripada mereka? Lalu apa kunci keberhasilanya?.
Dalam artikel ini kita akan menggali karakter masing2 generasi dan memberikan strategi jitu yang dapat dijadikan bekal untuk menciptakan pembelaran yang efeketif dan ringan tetapi tetap relevan.
MENGENAL GEN Z SEBAGAI CALON GURU
Gen Z yang kita kenal adalah merka yang lahir dikisaran tahun 1997-2012.lahir ditengah era berkembangnya digital yang sangat pesat membuat Gen Z terkenal akan generasi yang terampil dan meleknakan teknologi.
Disisi lain gen Z juga dikenal akan mempunyai bebrerapa kemapuan yang membuat kita tercengang yaitu kemapuan adaptasi tinggi atau yang kita kenal “ tidak kenal takut”, tidak suka aturan kaku, sangat fleksibelitas ,cenderung kolaboratif, dan yang paling utama dekat dengan sosmed sehingga generasi mereka dapat menghaasilkan sesuatu yang beragam dan inovatif yang belum tentu dapat dihasilkan oleh generasi yang lain dimana hal tersebut sangat dibutuhkan didunia pendidikan sekarang ini . Namun dari beberapa karakter diatas Gen z juga mempunyai tantangan tersendiri yaitu Gen Z harus mengubah kebiasaan digitalnya menjadi sesuatu yang bermanfaat yaitu strategi pedagogis.
SIAPA ITU GEN ALPHA MENGAPA MEREKA BERBEDA
Generasi ini diisi oleh merka yang lahir kisaran 2014-2024. Gen Alpha sendiri merupakan generasi yang lahir dimana pesatnya pertumbuhan teknologi yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi ini dikenal dengan “anak AI” atau bisa kita sebut hyper-digital karena mereka lahir sudah menganal kecerdasan buatan dimana semua hal bisa didapatkan secara mudah dan prkatis . Gen Alpha juga dianggap sebagai generasi yang sudah amat siap untuk merasakan dan meberikan dampak yang luar biasa dikemudian hari.
TANTANGAN GEN Z MENGAJAR GEN ALPHA
Walaupun sama-sama generasi digital , karakter keduanya cenderung berbeda. Karena itu bebearapa tantangan besar yang dihadapi calon guru Gen Z :
1.Kecepatan belajar Gen Alpha melebihi metode tradisonal
2.Guru harus berpikir inovatif dalam pembelajaran agar murid tidak bosan dalam waktu sebentar.
3.Gen Alpha mudah terpengaruh emosi
4.Guru tidak bisa bersikap kasar,dingin kaku. Guru melatih Emotional engagement karena penting pada saat pembelajaran.
5.Harus menciptakan pembelajaran bermakna bukan hanya menyenangkan.
6.Menampilkan sesuatu yang uni itu merupakan alat bukan tujuan seperti halnya video visual.
7.Gen Alpha pintar teknologi tapi lemah dalam fokus.
8Guru perlu mengatur ritme pembelajaran agar tidak terlalu cepat atau terpecah.
STRATEGI JITU GEN Z MENGAJAR GEN ALPHA
Berikut kunci jitu yang bisa diterapkan calon guru Gen Z:
1.Buat model pembelajaran ringan,padat,dan variatif
Gunakan pola berikut:
10 menit penjelasan
5 menit video singkat
10 menit diskusi
5 menit permainan edukatif
10 menit prkatik
Praktek ini sangat cocok dengan karaktek gen Alpha yang cepat bosan.
2.Gunakan teknologi secara sehat dan terarah
Beberapa media yang cocok:
Animasi edukasi
Aplikasi quizz digital
Papan tulis digital
AI sebagai alat bantu
Teknologi diatas dipakai dan diterapkan dengan syarat harus memperkuat belajar bukan untuk hiburan diselang bosan.
3.Bangun koneksi Emosional
Gen Alpha sangatlah sensitif, karena itu guru harus: menyapa murid, selalu tersenyum, mendengarkan keluhan murid, memberi apresiasi kecil, dana jangan terlalu kaku. Dari pendeketakan yang humanis tersebut membuat mereka lebih mudah menerima materi dari kita.
4.Prioritaskan Skill abad 21
Gen Alpha membutuhkan beberapa hal berikut : kreativitas, komunikasi,kolaborasi, kemapuan problem solving, dan literasi digital Guru Gen Z harus terbiasa dengan hal tersebut sehingga dapat mudah dalam mengajar.
5.Jadilah Role model digital yang baik
Karena Gen Alpha selalu meniru perilaku sekitar terutama guru, tunjukan bebrapa cara berikut: menggunakan gadget dengan bijak, Tidak oversharing, selalu mencari info yang fakta, dan menggunakan AI secara etis dan bijaksana.
Mengajar gen Alpha bukanlah perkara yang mudah tetapi juga tidak sulit jika kita sudah membekali diri sendiri. Mereka para Gen Alpha cepat, sensitif,mau yang praktis, dan sangat digital sekali jiwanya. Namun, justru itu karena Gen Z merupakan generasi yang punya adaptasi tinggi harus paling siap mengajar mereka, asalkan kita para calon guru Gen Z mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan kedekatan Emosional dengan baik. Ingat beda generasi memang ada, tapi kita mengajar dengan cara yang tepat maka perbedaan tersebut bisa menjadi sebuah kekuatan dan pengalaman yang terbaik.