Mal: Destinasi Belanja, Atau Cuma Cuci Mata?

I. Mal Sebagai Destinasi Belanja Utama

Kalau biasanya bawaannya penat, bete dirumah, tidak tahu harus ngapain, biasanya ngemall adalah solusinya. Siapa sih yang tidak pernah ke Mall? Mall yang biasanya menjadi pusat perbelanjaan modern memang dirancang selain sebagai tempat perbelanjaan, tapi juga sebagai pusat transaksi dan konsumsi.

Mal memang menjadi tempat-tempat utama, dimana merek yang dijual jangkauannya lebih luas. Bisa dari kebutuhan rumah tangga, hingga barang barang yang mewah. Produknya pasti lebih lengkap dan pilihan yang beragam. Tentunya ini adalah mesin ekonomi utama yang menggerakkan roda ekonomi di Mall tersebut. 

Tidak lengkap rasanya jika tidak menyoroti segala ketersediaan, kemudahan dan kenyamanan pelanggan. Konsumen yang datang disana bisa bebas memilih ingin ke bagian apa, hingga toko yang apa saja. Belum lagi merasakan atmosfer berbelanja yang nyaman karena lingkungan Mall pasti serba ac, dingin yang nyaman. Juga jangan lupakan soal tempat parkir yang luas dan serta fasilitas keamanan yang memadai.

Selain menjual ‘produk’, Mall juga menawarkan pengalaman yang berbeda dalam satu tempat. Jadi tidak hanya sekedar berbelanja, Mall juga dilengkapi dengan berbagai macam restoran, kafe, bioskop, hingga tempat hiburan keluarga. Tentu saja dengan segala fasilitas yang lengkap ini, tidak salah jika tujuan datang ke Mall bukan hanya sekedar berbelanja tapi juga ajang melepas penat, menghibur diri atau ‘cuci mata’. 

II. Mal Sebagai Destinasi “Cuci Mata” dan Rekreasi. Jika dulu Mall hanya sebatas tempat berbelanja, namun seiring waktu berjalan, Mall kini sudah beralih fungsi. Sekarang Mall dipakai untuk berbagai kegiatan seperti kumpul teman, nongkrong, menonton film, atau sekedar berjalan jalan tanpa perlu berbelanja. 

Kenyamanan dalam Mall menjadi sasaran utama untuk sekedar ‘healing’ yang murah. Itulah mengapa, Mall tetap ramai, meskipun intensitas orang-orang yang datang lebih banyak sekedar jalan, daripada berbelanja. Tentu saja, Mall sekarang dianggap sebagai bentuk rekreasi di tengah kota.

Fungsi Mall sekarang sudah beralih fungsi menjadi fungsi sosial. Karena keberadaan cafe dan restoran yang ada didalam Mall, menjadi alternatif nongkrong untuk anak anak muda gaul kota. Pengaruh tren dan media sosial juga menjadi salah satu yang mendorong orang pergi ke Mall hanya untuk mencari tempat yang aesthetic, untuk sekedar foto, datang namun tidak berbelanja. 

III. Kesimpulan: Persimpangan Dua Dunia yang Saling Mempengaruhi? Meskipun dianggap sekedar sebagai cuci mata, namun, kehadian Mall menjadi pengingat, Mall dasarnya adalah tempat transaksi ekonomi berputar. Mereka menjual produk disana. Bahkan sekarang, terjadi polemik bahwa, orang yang datang di Mall hanya sekedar cuci mata saja.

Mungkin, dizaman sekarang, belanja bukan hanya soal transaksi saja, namun bisa saja soal interaksi, mencari atmosfer baru, dan sekedar menikmati tawaran kenyamanan yang ada dalam Mall. 

Sah-sah saja tentunya jika memang hanya ingin sekedar cuci mata disana, namun kita juga perlu paham, bahwa di Mall, mereka berharap terus menjual produk agar keberlangsungan ekonomi tetap berjalan. Semoga kedepannya, Mall tetap berdiri kokoh ditengah ekonomi ini dan kita juga bisa menikmati kenyamanan yang ditawarkan oleh Mall kesayangan kita. Jangan lupa berbelanja juga ya!

Amelia Novita Gosal/Author Prestma 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *