Kembali Jadi Anak Kecil: Menjelajah Dunia di Usia Dewasa

Semenjak kita beranjak dewasa, siapa yang masih merindukan masa kecilnya? Masa kecil yang bebas, berpetualang, bermain, menjelajah banyak hal dengan perasaan yang tidak terkira. Rasanya dunia terasa sangat bebas, luas dan hidup tanpa beban.

Merasakan diri menjadi anak kecil bukan berarti kita harus kekanak-kanakan. Merasakan kembali perasaan menjadi anak kecil disini, artinya, kita yang beranjak tua ini, mengapdopsi semangat, rasa ingin tahu, perasaan bahagia, gembira dan bebas yang hilang saat bertumbuh dewasa.

Hal-hal tentang “Anak Kecil” yang Perlu Kita Adopsi Kembali. 

Kapasitas untuk kembali ‘penasaran’ (wonder). Anak kecil dianugerahi atau seringnya terpesona dengan hal-hal sederhana yang mereka lihat. Hal ini justru menjadi semakin berkurang saat kita bertumbuh. Seringkali, sebagai orang dewasa, kita lupa melihat dan memaknai hal kecil disekitar. 

Sikap mengembangkan keingintahuan dan kembali penasaran terhadap hal-hal kecil perlu kembali kita rasakan, seperti menikmati secangkir kopi di hari yang tenang, atau sekedar menikmati alam walau hanya sebentar. 

Rasa ingin tahu yang besar. Sewaktu kecil banyak hal menarik disekitar kita. Semuanya terlihat menarik dan misterius dalam satu waktu. Namun beranjak dewasa, kita justru tumbuh menjadi cepat menerka, cepat menilai dan cenderung abai. 

Untuk menumbuhkan minat rasa ingin tahu ini, coba luangkan waktu mencoba hal baru. Biarkan rasa penasaran membawa pada hal yang tidak pernah kita rasakan sebelumnya. Rasakan sensasi kembali belajar dari nol.

•  Kemampuan untuk bermain dan bersuka cita. Hidup sebagai orang dewasa penuh dengan banyak beban dan tanggung jawab. Sayangnya, karena banyak tuntutan dan tanggung jawab, kita cenderung lupa untuk menyenangkan diri sendiri. Bahkan, kita lupa cara bersenang-senang, padahal menjaga kewarasan itu juga penting demi kesehatan mental. 

Hidup di momen sekarang (Mindfullness). Sewaktu kecil, kita tidak memikirkan banyak hal. Hanya menikmati apa yang tersaji didepan mata dan menikmati seolah tidak ada hari esok. Namun, masa dewasa merenggut hal-hal tersebut. Kita cenderung stress terhadap hari esok atau masa depan. Melatih pikiran untuk tidak khawatir berlebihan itu penting. Sebab sama seperti anak kecil, sesekali izinkan diri untuk relax dan tidak perlu khawatir berlebihan. 

Cara “Menjelajah Dunia” dengan Semangat Anak Kecil. 

Mengubah rutinitas menjadi keseruan. Ini bisa dilakukan seperti saat membereskan rumah, anggap saja seperti kegiatan waktu kecil dulu. Anggap kerjaan ini sebagai ‘misi’ seru yang harus dituntaskan.

Melakukan ‘petualangan’ kecil. Coba jelajahi hal baru yang tidak pernah dilakukan sebelumnya dengan cara yang berbeda, misal menemukan cafe baru yang belum pernah ditemukan, atau sekedar berjalan santai menelusuri jalan kota yang tidak pernah dibayangkan.

Belajar dari segala sesuatu dengan penuh antusias. Hal ini bisa dilakukan seperti mengajak orang tua mengobrol dari hati ke hati. Bertemu orang baru, dan hal seru lainnya yang tidak pernah terpikirkan.

Ada banyak manfaat merasakan kembali cara menjadi anak kecil, seperti:

1. Menemukan kembali makna hidup

2. Mengurangi stress

3. Mengurangi tekanan hidup 

4. Mempererat hubungan sosial

5. Meningkatkan kreativitas dan inovasi

Merasakan kembali cara berpikir anak kecil bukanlah sesuatu yang salah, asal kita mengambil hal-hal positifnya. Kita bisa coba terapkan beberapa poin untuk memulai ‘petualangan’ baru. 

Usia bukanlah penghalang untuk kembali bersenang-senang, menjelajah hal baru, melihat dunia dengan kacamata yang berbeda dengan jiwa anak kecil yang penuh petualang dan dan tak pernah puas.

Mari jadikan hidup kita lebih berwarna, mau merasakan kembali jiwa petualang di usia dewasa ini, serta senyum dan rasa ingin tahu seperti anak kecil yang haus akan banyak hal! Isi petualangan dengan hal positif ya! Selamat menikmati hal hal indah dengan jiwa yang berbeda dan bersuka cita.

Amelia Novita Gosal/Author Prestma 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *