Dato’ Mufti dan Dato’ Panglima dari Kerajaan Padang Deli Penuhi Undangan Haul Diradja Airtiris Melayu Kampar ke-4

Pekanbaru, Dalam rangka mempererat tali silaturahmi budaya dan adat antara kerajaan-kerajaan Nusantara, Dato’ Mufti H. Khuzamri Amar, S.E. dan Dato’ Panglima Goraha Dr. Abdul Khalik M., A.P., M.I.Kom. dari Kerajaan Negeri Padang Deli, Tebing Tinggi, secara khusus memenuhi undangan Haul Diradja Airtiris Melayu Kampar ke-4, yang diselenggarakan pada Rabu, 20 Agustus 2025, di Rumah Makan Pondok Patin H. Muhammad Yunus, Pekanbaru, Riau.

Kehadiran dua tokoh adat dan intelektual dari Kerajaan Padang Deli ini mendapat sambutan hangat dari tuan rumah serta para tamu undangan yang datang dari berbagai wilayah Nusantara dan mancanegara. Haul yang bertujuan untuk mengenang jasa dan keteladanan para pendiri kerajaan serta menguatkan nilai-nilai adat dan budaya Melayu ini menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi budaya antarbangsa.

Turut hadir juga Dato’ Stia Wangsa dari Kedatukan Pagurawan, yang ikut serta dalam memperkuat semangat pelestarian adat dan budaya Melayu Nusantara melalui kehadirannya dalam acara tersebut.

“Ini bukan sekadar undangan acara haul, tetapi sebuah kehormatan dan tanggung jawab budaya bagi kami untuk terus menjaga nilai-nilai adat, ukhuwah kerajaan, dan jati diri bangsa,” ujar Dato’ Mufti Khuzamri Amar dalam perbincangan singkat dengan media usai acara.

Sementara itu, Dato’ Panglima Dr. Abdul Khalik, yang juga seorang akademisi dan pegiat budaya, menegaskan pentingnya dokumentasi dan pelestarian adat istiadat Nusantara melalui forum-forum seperti ini.

“Kita ingin dunia tahu bahwa peradaban Melayu tidak pernah padam. Justru melalui haul seperti ini, nilai-nilai luhur kembali dihidupkan dan diwariskan,” katanya.

Haul ke-4 Diradja Airtiris Melayu Kampar ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh adat dan kerajaan dari berbagai daerah seperti Kedatukan Pagurawan, Kesultanan Indrapura, Kubu Raya Kalimantan, Aceh Tamiang, serta Kesultanan Minangkabau. Bahkan delegasi luar negeri dari Swedia, Korea, India, Bangladesh, Timur Tengah, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura juga tampak hadir.

Kehadiran Dato’ Mufti dan Dato’ Panglima dari Kerajaan Padang Deli mempertegas posisi kerajaan tersebut sebagai salah satu penjaga nilai adat yang aktif dalam berbagai forum budaya dan spiritual Nusantara.

 

Penulis : E.Nasution

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *