Oleh : Edo_Nasution
Tebing Tinggi, — Jejak sejarah Kerajaan Negeri Padang kembali dihidupkan. Kerajaan Melayu yang pernah berdiri di wilayah Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya itu, pada masanya dipimpin oleh Tengku H. Muhammad Nurdin sekitar tahun 1830-an.
Dalam catatan sejarah lisan masyarakat Melayu Sumatra Timur, wilayah kekuasaan kerajaan ini meliputi Bandar Khalifah, Kota Tebing Tinggi hingga Gunung Para. Sebagai simbol peradaban Melayu yang identik dengan nilai-nilai keislaman, pada masa pemerintahannya sang raja membangun tiga masjid yang hingga kini masih berdiri dan menjadi saksi sejarah.
Masjid Raya Nur Addin
Masjid ini berada di pusat Kota Tebing Tinggi dan pada masanya menjadi masjid pusat pemerintahan kerajaan.
Masjid Nuruddin
Didirikan di wilayah Bandar Khalifah sebagai bagian dari penguatan syiar Islam di kawasan pesisir.
Masjid Baiturrahim
Masjid yang berada di Desa Sei Birong ini menjadi bukti penyebaran peradaban Melayu hingga ke wilayah pedalaman.
Hari ini, upaya pelestarian sejarah kembali digelorakan oleh Pemangku Adat Kerajaan Negeri Padang Tebing Tinggi. Dato’ Mufti H. Khuzamri Amar, SE bersama Dato’ Panglima Geraha Dr. Abdul Khalik dan unsur adat lainnya berinisiatif mendokumentasikan kembali situs-situs bersejarah tersebut.
Salah satu langkah konkret yang telah dilaksanakan adalah pemasangan prasasti di makam Raja Tebing Pangeran yang berlokasi di Desa Gelam. Ke depan, prasasti serupa akan dibuat di setiap titik situs sejarah Kerajaan Negeri Padang sebagai penanda resmi sekaligus pengingat bagi generasi mendatang.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga eksistensi sejarah kerajaan Melayu di Sumatra Timur agar tidak tergerus zaman. Selain menjadi identitas budaya, peninggalan sejarah tersebut diharapkan mampu memperkuat jati diri masyarakat Kota Tebing Tinggi sebagai bagian dari warisan peradaban Melayu yang religius dan berdaulat.