Tarian Abadi di Tengah Sunyi

Di bawah rimbun pohon yang teduh,

sebuah patung berdiri anggun,

gerak tubuhnya membekukan waktu,

seakan menari di antara bisik angin.

 

Lengkung lenganmu merangkai bahasa,

tanpa suara, tanpa kata,

namun setiap gerakmu berirama,

menyulam kisah di dada semesta.

 

Kau bukan sekadar besi yang beku,

kau adalah jiwa yang dipahat rindu,

menyimpan estetika dalam diam,

menjadi penari abadi tanpa panggung.

 

Waktu boleh berganti musim,

daun gugur, hujan datang,

namun tarianmu tetap abadi,

menjadi puisi yang tak pernah padam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *