Mungkin banyak diantara kita yang masih suka kepikiran atau merasa dibayang bayangi oleh komentar hingga penilaian orang. Biasanya bahkan sampai diiringi rasa cemas karena merasa khawatir terhadap apa penilaian orang terhadap kita atau justru kita tidak merasa bebas karena saking pedulinya?
Meskipun pertanyaan ini sering muncul dibenak, sebagai makhluk sosial wajar kita kepikiran terhadap pandangan orang terhadap kita. Bahkan ada anggapan yang mengatakan setiap mata manusia, mereka juga punya penilaian terhadap kita dan tentunya itu berbeda beda.
Namun, jika terlalu berpengaruh dan merasa dinilai terlalu berlebihan, maka kita harus ciptakan batasan. Nah, mari kita telusuri bersama apakah penilaian orang cukup berpengaruh terhadap kita.
Poin 1: Aspek Psikologis – Mengapa Kita Terpengaruh?
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk bisa bisa diterima agar menjadi bagian dari kelompok. Jauh dari zaman purba, diasingkan dari suku hingga kelompok adalah ancaman terbesar.
Ada erat kaitannya dengan penilaian orang dan juga persoalan harga diri. Misalnya jika kita terus menerus mendapatkan umpan balik yang negatif, harga diri kita juga ikut menurun. Namun sebaliknya, jika kita diapresiasi, disanjung, dipuji, maka akan membantu menaikkan harga diri kita.
Dalam teori Cermin Diri dari Sosiolog Charles Horton Cooley, menjelaskan bahwa, kita biasanya cenderung melihat diri kita dari ‘cermin’ yang dipancarkan oleh orang lain. Berdasarkan teori ini, kita menjadi membayangkan diri kita bagaimana orang lain melihat kita, penampilan, sikap yang terpancar dari cermin orang lain. Dari sinilah kita mengembangkan perasaan diri kita sendiri dari mata orang lain.
Poin 2: Dua Sisi Mata Uang: Pengaruh Positif dan Negatif
Ada 2 sisi yang bisa kita bahas mengenai penilaian orang terhadap kita. Jika membahas sisi positifnya, kita akan melihat hal ini sebagai umpan balik yang membangun. Penilaian yang mereka lontarkan terhadap kita kritik yang membangun akan membantu kita untuk bertumbuh dan memperbaiki diri.
Selain itu, mendapat apresiasi positif dan pengakuan dari orang lain, akan menjadi dorongan yang kuat agar terus berprestasi dan melakukan yang terbaik dalam kehidupan.
Terkadang penilaian orang lain, refleksi mereka terhadap kita bisa membantu mengenal diri kita bahkan tanpa kita menyadarinya.
Namun, tidak selamanya penilaian orang lain mengandung hal positif. Tetap ada hal negatif seperti jika kita sibuk menyenangkan orang lain agar bisa diapresiasi, disanjung, maka bisa-bisa kita akan melupakan jati diri kita dan akan terus menerus memakai topeng demi orang lain.
Tidak berhenti disitu, akan selalu ada perasaan cemas, takut dihakimi, takut tidak disukai yang berakhir dengan memicu kecemasan, stress berlebih dan fatalnya bisa menjadi depresi.
Poin 3: Solusi – Bagaimana Menyikapi Penilaian Orang Lain?
Mengenal diri sendiri dengan jujur dan terbuka akan menjadi dasar dalam meningkatkan kesadaran diri. Mengapa ini penting karena jika sudah mengenal diri sendiri dengan baik, maka penilaian orang tidak akan menggoyahkan kita.
Jangan lupa untuk membangun relasi yang sehat. Agar apa, lingkungan yang supportif, positif dan membangun akan membantu kita bertumbuh dengan lebih baik. Jauhi orang-orang yang hanya bisa menjatuhkan dan mengkritik tanpa alasan yang kuat dan membangun.
Bicara soal kritik, ada kritik yang membangun, ada kritik yang menjatuhkan. Perbedaannya? Kritik membangun akan hadir dengan contoh dan solusi yang membangun, namun, kritik yang menjatuhkan biasanya hanya berupa iri, cacian, hujatan dan hal negatif lainnya.
Poin 4: Penutup
Penilaian orang lain akan berpengaruh? Ya tentu saja. Namun yang perlu kita ingat adalah, yang terpenting bukan apa kata orang, melainkan apa yang kita rasakan tentang diri kita sendiri. Mau pengaruhnya besar apa kecil, semua ada ditangan kita.
Tidak perlu repot-repot mencari validasi dari orang lain. Hidup bukanlah sebuah panggung sandiwara yang dimana kita harus tampil sempurna didepan semua orang. Hidup itu harusnya adalah perjalanan pribadi. Kita berhak bertumbuh, mengenal diri sendiri dengan lebih baik.
Penilaian orang terhadap kita, yang penting bagaimana kita bisa memfilter penilaian mereka. Jika dirasa hal itu baik untuk kita, membantu kita bertumbuh lebih baik, mengapa tidak mendengar saran mereka. Namun, jika hanya hujatan, omongan yang tidak penting, sebaiknya, lupakan dan tinggalkan orang-orang seperti itu.
Ingat, tumbuhlah bahagia, terlepas apa yang orang lain pikirkan soal kita.
Amelia Novita Gosal/Author Prestma