Sering kali, pasti kita mendengar kata ‘Me Time’ atau suatu kegiatan yang merujuk untuk merawat atau mengutamakan waktu untuk diri sendiri. Dan seringnya juga, kata Me Time ini justru mendapat tanggapan sinis dari beberapa orang karena dicap sebagai bentuk keegoisan.
Jika dipikir lagi, melakukan kegiatan Me Time ini seharusnya bukan tindakan yang merugikan atau sebagai bentuk keegoisan. Di era yang super sibuk, kerjaan yang padat, melakukan Me Time seharusnya sebagai bentuk penghargaan untuk diri sendiri dan itu hal yang normal, bukan?
Kegiatan Me Time sering mendapat arti negatif karena orang-orang beranggapan, kegiatan ini hanya seperti berleha leha, bermain hp seharian, atau rebahan. Meskipun kegiatan-kegiatan ini sah sah saja dilakukan, tapi sebagian orang beranggapan, kegiatan seperti ini hanya membuang buang waktu.
Padahal jika ditilik lebih jauh, Me Time seharusnya adalah waktu yang dikhususkan untuk memulihkan energi dan meningkatkan kesejahteraan mental untuk kita.
Kegiatan Me Time memang sangat personal dan tergantung pribadi yang mau melakukannya. Tapi biasanya, kegiatan Me Time ini dilakukan secara sendiri, dengan menulis, journaling, bermeditasi, mendengarkan musik, atau sekedar jalan-jalan sendirian. Kegiatan ini dilakukan untuk memusatkan diri untuk memulihkan mental yang lelah.
Riset dari University of California, San Fransisco oleh studi mereka menyebutkan bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri dapat menurunkan hormon kortisol (hormon stress). Dan dari studi ini, Me Time terbukti secara signifikan mampu mengurangi kecemasan dan stress.
Sedangkan penelitian dari Journal of Applied Psychology menyebutkan orang orang yang meluangkan waktunya dan beristirahat yang berkualitas memliki fokus yang baik saat bekerja dan cenderung lebih produktif.
Jadi berdasarkan riset diatas, melakukan Me Time yang berkualitas perlu diperhatikan. Kita perlu mengenali diri kita sendiri karena biasanya tubuh kita mengirim sinyal saat tubuh kita cenderung sakit, lelah dan lain sebagainya.
Menjadwalkan waktu Me Time perlu diperhatikan. Biasanya lakukan saat weekend tiba atau libur panjang. Gunakan saat-saat ini untuk merefleksi diri, merawat diri dan jauhkan diri kita dari hiruk pikuk kesibukan hingga dunia digital. Berikan kesempatan untuk kita dan tubuh untuk pulih dan merasa bebas. Dan ingatkan diri sendiri bahwa yang kita lakukan ini bukanlah bentuk keegoisan tapi investasi kedepannya.
Pada akhirnya, kita hanya perlu menyadari apa yang terbaik untuk kita sendiri. Menjaga diri kita dengan kewarasan terutama di masa sekarang adalah bentuk cinta dan hormat pada diri dan tubuh kita.
Melakukan Me Time bukan bentuk keegoisan, tapi sebagai bentuk investasi terbaik demi kesehatan diri dan mental. Dan mulai sekarang, mari kita normalisasikan memberikan ruang untuk diri kita melalui Me Time dan mengabaikan hal hal negatif soal Me Time ini.
Jadi, jangan ragu ya mencoba Me Time dan temukan hal hal seru dan bermanfaat saat melakukannya. Semoga kita semuanya bisa sehat dan bahagia selalu.
Amelia Novita Gosal/Author Prestma