Umur boleh bertambah, namun, siapa yang masih suka membaca? Zaman sekarang, mendapat informasi jauh lebih cepat dan mudah. Namun, saking banyaknya, diantara seluruh informasi itu, penting untuk pintar-pintar menyaring seluruh informasi yang ada. Nanti bisa-bisa kita termakan hoax.
Disinilah pentingnya pintar berliterasi. Literasi bukan hanya sebagai kemampuan dalam membaca, namun juga sebagai alat penting untuk memahami tulisan. Ada 5 poin utama kenapa literasi itu lebih dari sekedar membaca.
1. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis (Melawan Informasi Salah)
Bayangkan karena kemudahan teknologi, kita jadi lebih mudah mengakses segala informasi entah itu informasi yang benar atau salah. Segala macam informasi tersebut mudah menyebar, dan jika tidak pintar dalam menyeleksi informasi, maka bisa dipastikan kita akan mudah terhasut juga termakan berita palsu.
Dengan belajar berliterasi, kita akan melatih kemampuan untuk mempertanyakan, menganalisis, juga membandingkan informasi. Contoh nyata, misal, jika dihadapkan dengan 2 berita yang sama, kita bisa melatih kemampuan kita untuk melihat kedua berita ini dengan sudut pandang yang lebih luas. Dengan belajar dan memahami literasi, itu sudah akan menjadi ‘tameng’ dari segala informasi yang ada.
2. Memperkaya Kosakata dan Meningkatkan Komunikasi Efektif
Semakin kita banyak membaca, maka, perbendarahan kata/kosakata kita juga semakin meningkat. Kosakata yang kita pelajari dan meningkat, ternyata mempengaruhi cara kita berkomunikasi, baik saat kita berbicara ataupun menulis.
Dengan penguasaan kata yang kaya ini, kita akan lebih fasih dalam bercerita, menulis secara profesional, atau bahakan mampu menyampaikan ide dengan lebih baik.
3. Mengembangkan Empati dan Pemahaman Sosial yang Mendalam
Bacaan fiksi yang kita baca seperti novel atau cerpen bisa membuat kita melihat perspektif orang lain. Bacaan ternyata melatih empati kita, membuat lebih peka dan pengertian terhadap berbagai latar belakang, budaya hingga masalah sosial dan masalah orang lain.
Misalnya membaca suatu cerita dimana tokohnya mengalami masalah bertubi-tubi, kita seolah-olah juga ikut merasakan penderitaan si tokoh. Ternyata membaca bukan hanya membuka jendela dunia, namun juga membantu kita memahami sesama.
4. Melatih Fokus dan Disiplin Mental di Tengah Gangguan
Sangat sulit ternyata melatih fokus terutama di era digital saat ini. Salah satu cara melatih fokus adalah rutin membaca. Membaca rutin terbukti mampu melatih fokus, dan kita juga dituntut berkonsentrasi terhadap bacaan yang ada.
Kebiasaan baik ini akan berdampak pada saat berhadapan dengan tugas, belajar atau kerjaan yang menuntut fokus dan konsentrasi tinggi yang membutuhkan ketelitian. Kemampuan berliterasi bisa membantu kita untuk melatih otak untuk fokus dan tidak mudah teralihkan.
5. Membuka Pintu Peluang Karier dan Pengembangan Diri
Banyak pekerjaan modern yang ternyata membutuhkan kemampuan pemahaman dan membaca yang tinggi. Dengan literasi, ini akan menjadi kunci untuk belajar beraneka hal-hal baru. Misal literasi digital, pemahaman jurnal, artikel, berita, dan lain-lain.
Kemampuan membaca dan pemahaman yang tinggi akan tetap terpakai dalam setiap bidang pekerjaan, apalagi jika dihadapkan dengan membaca buku yang terkait dengan pekerjaan, memahami alur perusahaan, dan lain sebagainya. Jika wawasan kita bagus dan luas karena telah memahami literasi, maka sudah dipastikan, kita bisa bersaing di dunia kerja saat ini. Literasi pada dasarnya adalah investasi untuk jangka panjang untuk pertumbuhan diri baik pribadi maupun secara profesional.
6. Penutup.
Meningkatkan kemampuan literasi tidak perlu yang heboh. Mulai dari dasar seperti membaca buku buku, bisa dari buku kesukaan kita, kemudian ditingkatkan dengan aneka bacaan, genre dan berbagai informasi. Dan perlu dipahami, membaca tidak sekedar membaca saja, namun juga untuk dipahami apa isinya. Itulah makna literasi.
“Karena keputusan kamu untuk membuka bacaan, adalah langkah kecil untuk mengubah hidupmu yang jauh lebih baik“. Ingat jangan lupa membaca ya!
Amelia Novita Gosal/Author Prestma