Di sudut-sudut kota, di bawak terik maupun hujan deras, suara tawa, nyanyian, bahkan tangisan anak-anak jalanan kerap terdengar. Namun kini, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, suara itu perlahan menghilang dari pendengaran banyak orang. Bukan karena mereka sudah tak ada, tapi karena kita memilih untuk tak peduli.
Anak-anak jalanan adalah mereka yang hidup di ruang-ruang publik: jalanan, terminal, pasar, dan kolong jembatan. Mereka bertahan hidup dengan berbagai cara, entah itu menjual koran, memungut sampah, hingga mengemis. Suara mereka adalah suara yang sering kita abaikan, padahal mereka sama-sama anak-anak yang berhak atas pendidikan, kasih sayang, dan masa depan.
Masyarakat lebih suka menutup mata dan telinga mereka. Kita sibuk mengejar target, pencapaian, dan gengsi, hingga lupa ada suara kecil yang memanggil minta di perhatikan. Media juga jarang mengangkat kisah mereka lagi, Seakan-akan isu anak jalanan sudah usang. Padahal mereka masih ada, hanya saja mereka semakin terpinggirkan.
Tak sedikit dari mereka yang merasa tidak punya tempat di dunia ini. Tidak punya hak bicara, hak bermimpi, apalagi hak untuk didengar. Ketika mereka mengamen, mereka sering diusir. Ketika mereka minta tolong, mereka diabaikan. Padahal, bukankah anak-anak ini punya hak yang sama di hadapan pancasila dan Undang-Undang?
- Apa yang bisa dilakukan?
📌 1. Jangan Hakimi: Jangan langsung menghakimi mereka sebagai “anak nakal”.
📌 2. Dukung Lembaga Sosial: Banyak yayasan yang fokus membantu pendidikan dan pemulihan anak jalanan. Dukungan kecil kita sangat berarti.
📌 3. Mulai dari Hati: Terkadang, sekadar senyuman atau sapaan ramah bisa menjadi penguat mereka untuk bertahan hidup.
📌 4. Dorong Kebijakan Pemerintah: Suara masyarakat bisa mendorong pemerintah membuat program yang lebih manusiawi untuk mereka.
Karena masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang duduk dibangku sekolah elit, tetapi juga oleh mereka yang kini berjuang bertahan hidup di jalanan. Mereka berhak atas kesempatan yang sama. Ketika kita mendengarkan mereka, kita sedang menyelamatkan masa depan yang mungkin selama ini tak pernah kita lihat
📍Oleh: Fauziyyah Julianni/Author Prestma