Di langit hitam tanpa suara,
kau hadir bulat sempurna,
seperti rahasia yang disimpan semesta,
terangmu menembus hati yang gelap.
Bulan,
engkau bukan sekadar cahaya malam,
kau adalah doa yang menggantung di angkasa,
penyaksi rindu,
penjaga sepi,
penuntun langkah yang kehilangan arah.
Aku menatapmu,
dan seolah waktu berhenti,
antara jauh dan dekat tak lagi berarti
sebab cahayamu menyentuh hati,
lebih lembut daripada kata-kata manusia.
©Nurya Lathifatus Zahra | Author website PRESTMA | Duta prestasi Muda Indonesia