Berbeda Bukan Berarti Bertentangan

Penulis: Sonia Sukma Wijaya

Di dunia yang penuh warna ini, perbedaan adalah sesuatu yang tak terelakkan dan bisa jadi kompleksitas dalam masyarakat. Namun Kita tumbuh dalam lingkungan, budaya, pendidikan, dan pengalaman yang berbeda-beda. Namun sayangnya, tak jarang perbedaan itu justru dianggap sebagai ancaman seolah segala yang tidak sama adalah musuh , diolok-olok,dan mirisnya dicemoohkan

Padahal, berbeda bukan berarti bertentangan.
Belajarlah dari Alam:
Coba kita lihat alam semesta. Siang dan malam berbeda, tapi keduanya saling melengkapi. Laut dan daratan memiliki karakteristik yang bertolak belakang, tapi justru karena perbedaan itu kehidupan bisa seimbang dan berjalan dimuka bumi ini. Bahkan tubuh kita terdiri dari organ-organ dengan fungsi yang berbeda-beda, tapi semuanya bekerja sama agar kita bisa hidup dan menjaga imunitas tubuh.
Perbedaan itu adalah bagian dari desain besar kehidupan tanpa itu, dunia ini akan datar, membosankan, dan penuh ketidakseimbangan.

Manusia dan Ragam Pemikiran yang tidak bisa diterka:
Dalam kehidupan sosial, kita kerap menemui orang dengan pandangan politik, keyakinan agama, gaya hidup, dan cita-cita yang berbeda. Sayangnya, banyak yang terlalu cepat menghakimi atau menjauh hanya karena merasa tidak sepaham. Namun Ini adalah akar dari konflik, intoleransi, bahkan kekerasan dan keadilan dalam kemerdekaan berpikir.

Padahal, perbedaan pandangan bukan berarti harus bermusuhan.
Diskusi sehat bisa terjadi jika kita mau saling mendengarkan, menghargai,bukan sekadar ingin memenangkan argumen. Karena Menerima bahwa orang lain punya cara pandang berbeda bukan tanda kelemahan,atau terlihat sok pintar tapi justru bukti kedewasaan berpikir dan sudut pandang orang yang berbeda dalam menanggapi suatu hal.

Seharusnya Kolaborasi dalam Perbedaan itu harus bukan berujung pada perpecahan:
Banyak karya yang besar dihasilkan bukan oleh orang-orang yang seragam, tapi oleh mereka yang berbeda prespektif berpikir dilingkungan yang mendukungnya namun bersedia bersinergi terhadap pemikiran dan bertindak. Dunia bisnis, seni, karya tulis hingga ilmu pengetahuan berkembang justru karena adanya kolaborasi antarindividu dengan perspektif dan latar belakang yang beragam bahkan dari experiment yang dianggap konyol tapi teori itulah yang kemudian Kita pakai.
Seharusnya Paradigma Berbeda membuat kita saling melengkapi. Apa yang tidak dimiliki oleh satu orang, bisa ditutup oleh kelebihan orang lain, apa yang dikritisi dari buku seharusnya menjadi hal yang perlu kita ketahui bukan kita judge dengan embel-embel “sok kritis” ” sok-sokan refleksi buku”.Dengan perbedaan, kita belajar rendah hati, mendengarkan sudut pandang yang mungkin bisa membuka pikiran kita,belajar mendengar, dan belajar menerima.
Karna jika kita menghargai sudut pandang orang yang berbeda itu artinya kita Menumbuhkan Sikap Inklusif pada setiap individu

Untuk menciptakan lingkungan yang damai, saling melengkapi dan produktif, kita perlu menumbuhkan sikap inklusif yaitu menerima keberagaman tanpa menghapus jati diri. Inklusif bukan berarti harus setuju dengan semua orang, tapi tetap menghormati mereka yang berbeda walaupun kita tidak setuju dengan pendapatnya.
Kita bisa tidak sepakat, tapi tetap saling menghargai. Kita bisa berbeda pendapat, tapi tetap berjalan berdampingan.

Merayakan Perbedaan:
Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tapi undangan untuk saling mengenal hal baru. Dunia akan jauh lebih indah jika kita belajar berkata, “Aku tidak sependapat denganmu, tapi aku tetap menghargaimu.”
Karena pada akhirnya, berbeda bukan berarti bertentangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *