RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN CAPAIAN TARGET PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH (ATS) DI KOTA BINJAI

Binjai – Lima mahasiswa yang berasal dari kampus INSAN BINJAI dengan penuh semangat berdiri di depan kantor Bappeda untuk mengikuti rapat koordinasi tentang percepatan capaian target penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kota Binjai, mereka tidak ingin melewatkan rapat tersebut karena itu dapat menjadi pelajaran/pengalaman mereka selama sebulan magang di Dinas Pendidikan Kota Binjai.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses Pendidikan Pemerintah Kota Binjai terus menunjukkan keseriusannya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah dengan menggelar rapat koordinasi percepatan capaian target penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dilaksanakan bersama lintas instansi terkait.

Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Binjai menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena keberadaannya dianggap dapat menghambat pencapaian target pembangunan sumber daya manusia. ATS sendiri terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu: pertama, Anak Drop Out (DO) atau anak yang putus sekolah di tengah jalan; kedua, Anak Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) yakni anak yang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya; dan ketiga, Anak Belum Pernah Bersekolah (BPB), yaitu anak yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Pendidikan Kota Binjai berkolaborasi dengan Bappeda, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta para camat, lurah, dan kepala lingkungan (kepling) untuk melakukan pendataan secara menyeluruh. Langkah ini dinilai sangat penting agar pemerintah memiliki data yang valid, akurat, dan terintegrasi sebagai pijakan awal dalam menyusun program-program pendampingan maupun pemberian bantuan pendidikan bagi anak-anak yang termasuk kategori ATS.

Dalam rangka mendata dan mengetahui kondisi warga, terutama anak-anak yang tidak bersekolah (ATS) di wilayah Binjai, maka perlu dilakukan pendaftaran akun untuk dapat verifikasi data anak ATS. Maka dari itu untuk mengetahui serta mendata secara akurat terkait anak-anak yang saat ini tidak melanjutkan sekolah, sebagai Langkah awal untuk program bantuan dan pendampingan kedepannya.

Sebelumnya, data yang dihimpun hingga bulan Mei 2025 mencatat terdapat 81 anak ATS di Kota Binjai. Namun, setelah pembaruan dan verifikasi ulang dilakukan melalui aplikasi yang telah disiapkan, jumlah tersebut meningkat signifikan. Hingga rapat koordinasi terakhir, jumlah ATS yang berhasil diverifikasi mencapai 323 data progresif dari total sekitar 2.320 anak se-Kota Binjai. Peningkatan data ini menunjukkan bahwa masih banyak anak di Kota Binjai yang belum tersentuh pendidikan secara optimal dan perlu mendapatkan perhatian serius.

Wali Kota Binjai dalam arahannya menekankan bahwa data ini bukan sekadar angka, melainkan potret nyata anak-anak yang membutuhkan perhatian. “Kita tidak boleh membiarkan ada anak di Kota Binjai yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah. Data yang akurat menjadi langkah awal agar kita bisa menyalurkan bantuan, memberikan pendampingan, serta memastikan anak-anak kita kembali ke sekolah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa upaya penanganan ATS merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, orang tua, dan pihak sekolah. Melalui sinergi yang baik, diharapkan angka ATS di Kota Binjai dapat terus ditekan hingga pada akhirnya semua anak usia sekolah benar-benar memperoleh hak pendidikannya.

Hasil rapat koordinasi menyepakati beberapa langkah strategis ke depan, antara lain mempercepat proses verifikasi di seluruh kelurahan, memastikan tidak ada data ATS yang terlewat, serta menyiapkan program pendampingan agar anak-anak yang telah teridentifikasi dapat segera diarahkan kembali ke bangku sekolah. Pemerintah Kota Binjai juga berencana menjalin kerja sama lebih luas dengan pihak swasta dan lembaga pendidikan untuk mendukung pembiayaan maupun fasilitas belajar bagi anak-anak ATS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *