Overthinking: Musuh Dalam Pikiran yang Harus Dijinakkan

Oleh: Nayla Nur Ramadhani IAI SEBI

Pernahkah kamu memikirkan satu hal terus-menerus sampai merasa lelah sendiri? Misalnya: “kalo aku gagal gimana ya?”, “Tadi aku salah ngomong nggak ya?”

Kalau iya, kamu tidak sendiri. Itulah yang disebut overthinking, berpikir secara berlebihan hingga akhirnya menimbulkan stres, ragu-ragu, bahkan gangguan tidur. Walau terdengar sepele, overthinking bisa mengganggu kesehatan mental dan produktivitas jika dibiarkan terlalu lama. 

Apa itu Overthinking? 

Overthinking adalah kebiasaan memikirkan satu hal secara terus-menerus tanpa solusi. Bukan hanya soal menganalisis sesuatu tapi sampai tahap mengkritik diri sendiri, menyesali masa lalu, atau terlalu cemas pada masa depan. 

Overthinking sering muncul pada orang perfeksionis, rendah percaya diri, atau sedang mengalami tekanan emosional. 

Dampak Negatif Overthinking

1. Stres dan cemas berlebihan

Terlalu banyak pikiran bisa bisa membuat kamu merasa tidak tenang bahkan tanpa alasan yang jelas. 

2. Sulit tidur atau insomnia

Pikiran yang terus berputar bisa membuat otak tetap aktif meski tubuh sudah lelah. 

3. Kesulitan membuat keputusan

Terlalu banyak pertimbangan membuatmu ragu dan takut salah

4. Menurunnya produktivitas

Fokus yang seharusnya digunakan untuk bertindak malah terjebak dalam analisis tanpa akhir. 

Cara Mengatasi Overthinking

1. Sadar dan akui

Langkah pertama adalah menyadari bahwa kamu sedang overthinking. Katakan dalam hati, “oke, aku terlalu banyak mikir soal ini”

2. Alihkan fokus dengan aktivitas positif

Lakukan kegiatan fisik seperti jalan kaki, olahraga ringan, atau ngobrol dengan teman. 

3. Batasi waktu untuk mikir

Terapkan metode “waktu mikir” misalnya berdiri 10 menit untuk memikirkan hal tersebut, setelah itu berhenti. 

4. Tulis di Buku atau Note HP

Menulis bisa membantu menyalurkan pikiran berulang dan membuatnya lebih terkendali.

5. Latihan Mindfulness dan Doa

Teknik seperti meditasi, zikir, atau napas dalam bisa bantu menenangkan pikiran. Fokus pada saat ini, bukan masa lalu atau masa depan.

Overthinking bukan tanda kamu lemah, tetapi tanda kamu terlalu peduli. Tapi kalau dibiarkan, pikiran yang seharusnya jadi kekuatan justru bisa berubah jadi jebakan. Saatnya kamu belajar mengelola pikiran, bukan ditelan olehnya.

Ingat, kamu berhak untuk hidup tenang dan damai.

Sumber:https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-overthinking

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *